5 Film Romantis Rekomendasi dari Berbagai Negara

Film romantis selalu mewarnai sinema dari tahun ke tahun, karena sanggup memberikan unsur kedekatan pada penontonnya. Tak terkecuali di Indonesia. Film romantis Indonesia umumnya berkisah seputar kisah cinta remaja, namun ada juga yang menceritakan orang dewasa seperti “habibie & ainun”. Berikut adalah beberapa film romantis mancanegara yang mungkin anda belum tahu dan patut anda tonton :

  1. The Blue Lagoon (Amerika)

Mengisahkan tentang 2 orang anak yang terdampar di pulau tak berpenghuni, disana mereka harus berjuang bertahan hidup hingga tumbuh dewasa dan mengenal arti cinta.

2. My Tomorrow, Your Yesterday (Jepang)

Film ini mengisahkan tentang pasangan yang muncul dari dimensi berbeda, dimana waktu justru berjalan mundur untuk karakter utama wanitanya.

3. One Day (Thailand)

Apa yang terjadi jika kalian bisa bersama dengan orang yang kalian sayangi tapi hanya satu hari saja? nah, film ini mewujudkan impian tersebut.

4. Pride and Prejudice (Inggris)

Film ini berkisah tentang 5 saudari yang berjuang dalam kisah romansanya, dan menghadapi pernikahan demi menghindari kemiskinan. FIlm ini kental dengan perjodohan.

5. Habibie & Ainun

Film ini menjadi trilogi yang paling diminati masyarakat Indonesia karena kisah habibie&ainun dinilai sarat nilai moral. Belum lagi, film ini digarap sangat menyerupai setting aslinya.

Nah, itu dia deretan film yang sanggup menguras air mata kalian, jadi, siapkan banyak tisu ya!

Film Horor Indonesia Dari Masa ke Masa

Film horor sempat merajai industri perfilman indonesia, apalagi dengan kemunculan suzanna sang “ratu film horor” di tahun 1980an. Bukan hanya meledak di pasar Indonesia, beberapa film horor justru ikut naik gaungnya di luar negeri. Sebut saja film Pengabdi Setan yang sempat lalu lalang di Jepang.

dirilis dengan judul “Satan’s Slave”

Kesuksesan film horor ini tidak luput dari peran sutradara, properti yang mendukung (masih ingat punggung belatung ala suzanna?) sound yang mencekam, serta setting yang (biasanya) di daerah pedesaan dengan hutan rimbanya.

Pada tahun 80an itu, horor indonesia sarat dengan kesan gore ( banyak adegan cipratan darah, tubuh terpotong yang disturbing), mirip dengan tren barat yang diciptakan film-film cannibal, selalu ditutup dengan adegan yang relatif sama, yakni setan yang dikalahkan dengan doa dari petinggi agama di desa itu.

Masuk ke awal tahun 2000an, film horor mulai masuk ke layar kaca. Masih ingat dengan KisMis ( Kisah Misteri), Disini Ada Setan, dan series kafir ( yang diperankan oleh Sudjiwo Tedjo). Film horor indonesia kembali berkembang dengan munculnya tusuk jelangkung di bioskop

Sayangnya, perkembangan film horor sempat mengalami kemunduran karena munculnya banyak sekali film film horor kurang berkualitas ( seperti B-class movie ) yang mencampuradukkan sensualitas dengan jumpscare yang medioker. Sebut saja tali pocong perawan, mr bean kesurupan depe, dan segudang judul lainnya.

Akibatnya, banyak penonton sekaligus sineas yang putus asa, bila menyangkut film horor. “Pasti jelek, pasti endingnya ketebak”. Hal ini tidak luput dari banyakny jumpscare, dan music score yang terlalu heboh, sehingga banyak penampakan mudah ditebak oleh penonton.

Beruntung, sineas indonesia tidak mati akal untuk menciptakan kreasi horor yang berkualitas. Diawali dengan keramat besutan Monty Tiwa dengan gaya documentarynya, Joko Anwar juga berhasil menyajikan rasa takut di dalam bioskop dengan Pengabdi Setan, Perempuan Tanah Jahanam, dan Ratu Ilmu Hitam ( yang disutradarai oleh Kimo Stamboel).

film

, , ,

No Comments

Menelisik Jejak Sinema Tua Part 1 : Bioskop Atoom

situasi depan bioskop atoom kini, terlihat bangunan sudah menua dan gedung yang melapuk

Nama salah satu bioskop di Bogor yang sudah lama terbengkalai kini kembali mencuat. Bioskop itu adalah Bioksop Atoom yang berlokasi di Desa Citeureup RT 03/01, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dahulu, bioskop ini begitu ramai dikunjungi masyarakat pada zamannya. Apalagi, industri film indonesia sedang hangat-hangatnya pada waktu itu.Eksistensi bioskop rupanya tak bertahan lama, tak sampai 20 tahun, Bioskop Atoom menutup diri untuk penonton pada tahun 1998.

Menurut Sejarawan Kabupaten Bogor, Hendra M Astari, Bioskop Atoom sudah tidak beroperasi 21 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1998. Hal ini dikarenakan krisis moneter yang melanda Indonesia kala itu. “Sejarahnya juga saya pikir belum lama, yang pasti pas kita terkena krismon tahun 1997, bioskop itu tak mampu lagi beroperasi tahun 1998,” kata Hendra ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (30/10/2019).

Bioskop Atoom adalah bioskop pertama yang berdiri di kawasan Citeureup. Barulah kemudian bermunculan bioskop-bioskop baru seperti Surya Kencana di Sindangbarang, Margajaya di Dramaga, dan masih banyak lagi. “Ya, di kawasan Citeureup, bioskop Atoom yang pertama berdiri,” tambahnya. Bioskop Atoom yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terbengkalai 21 tahun dan dianggap horor.

Ia melanjutkan, saat itu keadaan ekonomi Indonesia memaksa banyak pekerja untuk diputuskan hubungan kerjanya atau di-PHK. Ini mengakibatkan tempat hiburan banyak seperti bioskop banyak yang tutup karena kekurangan penonton. Jika bicara sejarah Bioskop Atoom, Hendra mengaku belum mengetahui pasti soal sejarah berdirinya bangunan ini. Namun, yang ia ketahui, bioskop ini mulai beroperasi sekitar tahun 1980-an.

Kemudian diiringi bioskop-bioskop baru lainnya. “Seperti halnya di daerah pinggiran Bogor yang lain, banyak juga bermunculan bioskop-bioskop baru. Di Sindangbarang ada bioskop Surya Kencana, di Dramaga ada bioskop Margajaya dan seterusnya,” ujarnya.

Meski begitu, kondisi dari bioskop-bioskop lainnya di sekitar Citeureup juga mengalami hal yang sama yaitu berakhir operasionalnya. Namun, perbedaannya, bioskop-bioskop itu tetap berdiri dan beralih ke bidang usaha, tidak seperti Bioskop Atoom yang dibiarkan terlantar. “Sama tutup juga, akhirnya beralih bidang usaha.

Tidak seperti bioskop Atoom yang terlantar dalam jangka waktu yang lama,” ujar Hendra. Tak hanya di Kabupaten Bogor, dalam Kota Bogor pun banyak juga bioskop tua yang berguguran seperti President Theater, Bioskop Nasional, Ramayana, Bogor Theater, Ranggagading, Sukasari. Hendra mengatakan bahwa saat ini bioskop yang tersisa di Bogor hanya jaringan 21. Menurut Hendra, terbengkalainya Bioksop Atoom bukan tanpa alasan. Ia mengatakan ada dua alasan mengapa bioskop ini dibiarkan terbengkalai begitu saja.

“Pertama, karena pemiliknya tidak punya kemampuan untuk beralih usaha. Kedua, tidak ada investor lain yang membelinya,” jelasnya. Lebih lanjut Hendra menambahkan, kemungkinan para investor yang berminat terhadap bangunan bioskop ini mempertimbangkan lokasinya yang dianggap kurang menguntungkan.

Alasan lainnya menurut Hendra yaitu, sejak awal berdirinya, bioskop ini sudah harus bersaing dengan siaran televisi yang waktu itu kepemilikan televisi mulai marak di rumah-rumah penduduk. “Dan setiap malam minggu TV selalu menayangkan film-film yang ditunggu oleh pemirsanya dengan tajuk: film cerita akhir pekan.

Lalu saat itu juga masih marak penayangan film layar tancap, baik yang dikoordinir oleh perusahaan jamu atau Bayern, maupun dilakukan sendiri oleh masyarakat saat hajatan,” jelasnya. Tambahan lainnya, bioskop ini juga harus bersaing dengan bioskop kelas misbar atau akronim slang dari gerimis bubar.

Hendra merasa aneh jika bioskop ini dibiarkan begitu saja, padahal bioskop ini sama saja seperti bioskop-bioskop lainnya mulai dari desain, dan fasilitas yang ada kala itu. “Dari sisi desain sih biasa saja, seperti halnya bioskop-bioskop yang lain,” tutup Hendra. Nama Bioskop Atoom kembali ramai dibicarakan di media sosial Twitter dan Instagram.

Rupanya, Sutradara Joko Anwar ingin mengajak penonton untuk merasakan pengalaman berbeda menonton film Perempuan Tanah Jahanam garapannya. Lewat akun Instagram-nya @jokoanwar, Joko ingin menggelar nonton bareng film tersebut di Bioskop Atoom, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Namun, Joko sendiri masih berupaya agar film garapannya itu dapat diputar di sana. Apabila Joko berhasil, maka filmnya akan menjadi film indonesia pertama yang disetel dalam gedung bioskop tua yang sudah “terlantar”