Prosedur Mendaftar Desain Industri di Indonesia

Prosedur untuk aplikasi desain adalah sebagai berikut:

    Permohonan yang telah memenuhi persyaratan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal penerimaan.

    Setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal dengan dikenai biaya. Pengajuan keberatan harus diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal mulai diterbitkan.

    Pemohon dapat mengajukan tanggapan keberatan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman pemberitahuan oleh Direktorat Jenderal.

    Dalam hal terdapat keberatan atas permohonan, pemeriksa melakukan pemeriksaan substantif.

    Keberatan dan tanggapan yang telah disampaikan tersebut dapat digunakan oleh Direktorat Jenderal sebagai bahan pertimbangan dalam meneliti apakah permohonan akan dikabulkan atau ditolak.

    Direktorat Jenderal wajib memberikan keputusan menyetujui atau menolak keberatan dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal berakhirnya jangka waktu pengumuman.

    Keputusan Direktorat Jenderal diberitahukan secara tertulis kepada Pemohon selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dikeluarkannya keputusan tersebut.

    Pemohon yang permohonannya ditolak dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pemberitahuan.

    Jika tidak ada keberatan terhadap permohonan sampai dengan berakhirnya periode pengumuman, Direktorat Jenderal harus mengeluarkan keputusan akhir (untuk mendaftarkan atau menolak permohonan) sekitar 2 (tahun) dihitung sejak tanggal pengajuan.

Jangka waktu perlindungan Desain IndustriPerlindungan hak Desain Industri diberikan selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan. Oleh karena itu, tidak ada pembaharuan atau anuitas untuk Desain Industri yang terdaftar, menurut UU Desain Industri.

Baca juga : Serba Serbi Desain Industri di Indonesia

Otavio Semangat Hadapi Piala Menpora 2021

Stopper Persija Jakarta, Otavio Dutra sudah tidak sabar menjalani partai final klasemen liga 1 atau Piala Menpora 2021. Apalagi, lawan yang dapat dihadapi adalah Persib Bandung yang notabene rival abadi Tim Macan Kemayoran.

Laga final Piala Menpora dapat berlangsung dua kali. Leg pertama digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (22/4/2021), saat pertemuan keduanya di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021).

“Saya udah menunggu pertandingan ini. Bagi saya dan semua elemen yang ada di Persija, ini pertandingan mutlak yang mesti dimenangi demi melindungi nama besar Persija,” ujar Dutra, saat dihubungi wartawan, Selasa (20/4/2021).

Baca juga : Guardiola Tidak Izinkan Aguero Melawan United

“Persija Vs Persib itu pertandingan yang besar. Semua tentu menantikan pertandingan ini, termasuk saya sebagai pemain,” katanya menambahkan.

Persija, berhasil lolos ke final Piala Menpora usai menghilangkan PSM Makassar melalui drama adu penalti. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu menang 4-3, sehabis ke dua tim bermain imbang 0-0 di saat normal.

Sementara itu, Persib berhasil melangkah ke final sehabis mengalahkan PSS Sleman bersama agregat 3-2. Pada pertemuan pertama, Tim Maung Bandung itu menang 2-1, dan di leg ke dua imbang 1-1.

Adapun, perebutan daerah ketiga pada PSM kontra PSS dapat digelar Sabtu (24/4/2021). Untuk lokasinya di Stadion Manahan.

Baca juga : Erza Wailan dimata Teman Setimnya

5 This typical Indonesian cake made of grated coconut is delicious and addicting

As a country with a tropical climate, coconut trees thrive all year round in various regions in Indonesia. Coconut itself is known as a multipurpose tree, because almost all parts of it can be used.

Coconut fruit is the most valuable part of the economy. You can enjoy the young coconut fruit directly into a refreshing young coconut ice. Especially if it is consumed in the hot sun or while on the beach.

Not only young coconut ice, there are many types of Indonesian culinary delights included in snack box jakarta that also use coconut as a mixture. Not a few typical Indonesian cakes that use grated coconut as the basic ingredient for making them.

also read : How to Make Klepon, Indonesia’s Famous Traditional Snack

1.Pancong Cake.

Pancong cake is a typical Betawi cake made from rice flour, coconut milk and coarsely grated coconut. The cake, also known as gandos and bandros, is printed in a semicircular mold and then baked over a fire until cooked. Usually pancong cake is served with a sprinkling of sugar to add sweetness.

2. Rangi Cake.

This cake, which is also typical of Betawi, at a glance has a similar appearance to a pancong cake. However, they are actually different cakes, even though they both use grated coconut in the dough. This cake is called rangi cake because it smells good when baked. The rangi cake is made from sago flour dough mixed with coarsely grated coconut then served with boiled brown sugar with jackfruit and thickened with a little sago flour.

3. Gemblong.

This cake, which is a favorite market snack for many people, is made from white glutinous rice flour, coconut milk, margarine and half-aged grated coconut. Knead gemblong dough until it is smooth and then shaped like a ball, then fried and then coated with brown sugar or dissolved palm sugar.

4. Wingko Babat.

This cake, which is often used as a souvenir, is made from grated coconut, glutinous rice flour and sugar. After all the dough is mixed evenly, the wingko tripe is shaped into a flat round and then baked or baked until cooked. The grated coconut used for wingko must use young coconut so that the texture of the wingko tripe remains soft even though it’s cold.

5. Cake sagon.

This cake, which is usually used as a typical Lebaran cake, is made from glutinous rice flour, a mixture of old grated coconut, margarine, sugar and vanilla. This cake has a sweet and savory taste. Uniquely, although from the outside the texture of the sagon cake looks solid and hard, but when bitten, the texture is very soft. The fragrance is also very tempting.

and also read about : Difference between Palm Sugar and Java Sugar