Sambal Terasi, Sambal Nikmat untuk Nasi

Bagi orang Indonesia rasanya tidak cukup nikmat seumpama makan nasi tanpa didampingi sambal. Salah satu sambal yang memiliki banyak fans adalah sambal terasi. Rasa sambal terasi yang pedas gurih dengan semburat aroma terasi yang khas sebetulnya dapat sebabkan selera makan bertambah. Kalau tersedia sambal terasi, misalnya di nasi tumpeng,  dimakan hanya dengan telur dan ikan asin saja sudah luar biasa nikmat.

Sesuai namanya, sambal terasi terbuat dari campuran cabai dan terasi. Meski terlihat sederhana, sambal terasi harus dibikin dengan cermat supaya rasanya jadi sedap. Kunci di dalam sebabkan resep sambal terasi terdapat pada pemilihan terasinya.

Baca juga : 5 Olahan Nasi Lezat Khas Nusantara

Untuk menghasilkan terasi yang enak, memakai terasi berkualitas bagus, layaknya terasi udang dari Lombok, Bangka, atau Sidoarjo. Selain itu, terasi termasuk harus dibakar di atas bara api lebih-lebih dahulu sampai aromanya harum dan matang. Ciri terasi yang bagus adalah yang mengeluarkan aroma segar dan harum seafood.

Baca juga : Enam Jenis Nasi Tumpeng Khas Indonesia dari Berbagai Daerah

Inilah Asal Usul Sosis

Dituturkan di dalam sebuah artikel berasal dari history.com, asal mula sosis sanggup ditelusuri ulang ke era Kaisar Romawi yang terkenal, Nero, dan juru masaknya, Gayus.

Mereka berdua hidup pada pertengahan abad pertama Masehi; dan Gayus mungkin ialah orang pertama yang menciptakan sosis. Menariknya, ia memulainya berasal dari ketidaksengajaan.

Pada zaman Romawi, babi biasanya dibiarkan kelaparan sepanjang satu minggu, sebelum disembelih. 

Kala itu, Gayus sedang mengawasi dapurnya dan ia mengetahui bahwa seekor babi sudah dipanggang seutuhnya tanpa dibersihkan terlebih dahulu (terutama anggota organ dalamnya). Ia kemudian menusukkan pisau ke perut babi, untuk melihat apakah daging panggang itu sanggup dimakan, dan keluarlah ususnya: yang kosong gara-gara diet kelaparan dan mengembang gara-gara panas.  

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh Bagi Kesehatan

Menurut legenda, sementara itu Gayus berseru,

“Saya sudah menemukan suatu hal yang amat penting!”

Ia kemudian isikan usus babi bersama daging giling, dicampur bersama rempah-rempah, dan gandum. Walhasil, terciptalah sosis pertama di dunia. 

Setelah itu, sosis menyebar ke semua Eropa, dan hingga ke Jerman. Orang Jerman kemudian mengklaim sosis sebagai milik mereka; dan mereka pun menciptakan sejumlah menu sosis berbeda, untuk dinikmati dengan bir dan kraut (kubis yang diiris halus dan difermentasi).
Berdasarkan penelusuran historis itu, sesungguhnya tidak benar menyebut Jerman sebagai negara pertama yang menciptakan sosis. Tetapi, klaim mereka sebagai “negeri sosis” sesungguhnya mampu dimaklum.  Mereka terbukti berhasil mengembangkan bervariasi menu sosis; dan setidaknya sekarang telah miliki 1.500 jenis sosis. Di indonesia, sosis biasanya menjadi lauk makanan, misalnya lauk nasi tumpeng.

Baca juga : 5 This typical Indonesian cake made of grated coconut is delicious and addicting

Perkedel : Makanan Hasil “pernikahan” Indo-Eropa

Bagi banyak orang Indonesia, kue sudah pasti bukan makanan asing. Kue bisa didapatkan di berbagai macam makanan, seperti soto, soto, menu nasi tumpeng, dll. Meski hal ini biasa terjadi, hanya sedikit orang yang mengetahui cara membuat kue muncul di Indonesia.

Makanan ini berbahan dasar kentang goreng dan tumbuk, kemudian dicampur dengan daging giling, lalu digoreng lagi, ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menjadi pie yang kita kenal sekarang.

Wikipedia melaporkan bahwa kue tersebut sebenarnya berasal dari kata Belanda “Fikadeller” atau “Frikadel”, yaitu sejenis daging cincang atau giling yang telah diperas dan digoreng. Daging merupakan bahan utama frikadel, namun yang membedakan adalah di Indonesia kentang adalah bahan utamanya.

Masa penjajahan Belanda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap budaya dan kuliner Indonesia, sehingga tidak heran jika makanan asal Eropa ini juga diadopsi dan menjadi salah satu khasanah kuliner Indonesia dalam berbagai bentuk.

Baca juga : Ragam Jenis Ayam Goreng Ala Indonesia

Saat itu, sepertinya daging sapi atau babi merupakan bahan yang sangat mahal, maka orang Indonesia memodifikasi Frikadel dengan menambahkan kentang tumbuk. Saat itu kentang merupakan tanaman yang mudah ditemukan dan murah, sehingga kentang menjadi bahan utama. Karena pengucapan Frikadel yang sulit diucapkan, lambat laun menjadi Perkedel dan menjadi kue yang kita kenal sekarang.

Ternyata ini merupakan perjalanan panjang dalam asal muasal atau sejarah kue, dan kue telah menjadi salah satu khasanah kuliner nusantara.

Baca juga : How To Make Klepon, Indonesia’s Famous Traditional Snack